Blogger Widgets

Hey What's up Friend

Selamat Datang di MuGiRa's Web. jelajahi fitur-fitur yang ada disini . . . .

Tampilkan postingan dengan label Ilmiah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ilmiah. Tampilkan semua postingan

Fakta Unik tentang Hewan

Ini dia fakta unik dan menarik tentang hewan..

Gajah merupakan satu - satunya hewan yang tidak bisa melompat, mskipun jumlah tulang dengan hewan mamalia lainnya sama. Tulangnya sangat berdekatan, sehingga tidak mempunyai daya elastisitas untuk meloncat seperti mamalia lainnya..



Buaya tidak dapat menjulurkan lidah.Lidahnya, terletak di belakang mulut buaya.

Siput dapat tidur dalam Waktu 3-4 Tahun!! Faktanya, siput menghabiskannya dalam satu minggu. Siput juga melakukan hibernasi. Kita sangat beruntung jika bisa melihat siput berjalan, meskipun sangat lambat..

Kupu - kupu merasakan sesuatu dengan kaki nya. Sensor perabanya, ada di kaki, dan bisa mengetahui makanannya di mana dia berdiri. Semua kupu - kupu punya 6 kaki.



Beruang Kutub itu Kidal

Jerapah membersihkan telinganya dengan lidah sepanjang 21 inch. Karena itu, jerapah merupakan hewan terpanjang di dunia, dan bisa mencapai tinggi 18 kaki. Di antara leher panjangnya, terdapat lidah yang sangat panjang, lebih dari setengah kaki nya,dan bisa membersihkan telinga nya!

Mata burung unta lebih besar dari otaknya. ini berarti, penglihatannya lebih penting dari otaknya, karena untuk mengawasi predator



Burung hantu adalah satu - satunya burung yang bisa melihat warna biru..


Lumba - lumba tidur dengan satu mata terbuka

Akibat Dari Masturbasi

Masturbasi adalah sebuah fenomena umum dan sering didiskusikan yang terdapat di mana-mana.. Pelakunya pun tidak terbatas pada jenis kelamin, usia maupun latar belakang sosial. Sebenarnya gejala masturbasi pada usia pubertas dan remaja, banyak sekali terjadi. Hal ini disebabkan oleh kematangan seksual yang memuncak dan tidak mendapat penyaluran yang wajar; lalu ditambah dengan rangsangan-rangsangan ekstern berupa buku-buku dan gambar porno, film biru, meniru kawan dan lain-lain.
Oleh sebagian orang, masturbasi dianggap sebagai sebuah kebiasaan yang menyenangkan. Tetapi pada kelompok lain justru dianggap merupakan aktivitas penodaan diri yang dapat menimbulkan kelainan psikosomatik dan aneka dampak buruk lainnya. Masturbasi dilakukan oleh sebagian besar pria maupun wanita. Pada sebuah penelitian terungkap bahwa 95% pria dan 89% wanita dilaporkan pernah melakukan masturbasi. Masturbasi memunculkan banyak mitos tentang akibatnya yang merusak dan memalukan. Citra negatif ini bisa dilacak jauh ke belakang ke kata asalnya dari bahasa Latin, mastubare, yang merupakan gabungan dua kata Latin manus (tangan) dan stuprare (penyalahgunaan), sehingga berarti “penyalahgunaan dengan tangan”. Anggapan memalukan dan berdosa yang terlanjur tertanam disebabkan karena porsi “penyalahgunaan” pada kata itu hingga kini masih tetap ada dalam terjemahan moderen – meskipun para aparatur kesehatan telah sepakat bahwa masturbasi tidak mengakibatkan kerusakan fisik maupun mental.

Tujuan utama masturbasi adalah mencari kepuasan atau melepas keinginan nafsu seksual dengan jalan tanpa bersenggama. Akan tetapi masturbasi tidak dapat memberikan kepuasan yang sebenarnya. Berbeda dengan bersenggama yang dilakukan oleh dua orang yang berlawanan jenis. Mereka mengalami kesenangan, kebahagiaan, dan keasyikan bersama. Pada senggama, rangsangan tidak begitu perlu dibangkitkan secara tiruan, karena hubungan seksual antara laki-laki dan perempuan merupakan suatu hal yang alami. Dalam masturbasi satu-satunya sumber rangsangan adalah khayalan diri sendiri. Itulah yang menciptakan suatu gambaran erotis dalam pikiran. Masturbasi merupakan rangsangan yang sifatnya lokal pada anggota kelamin. Hubungan seks yang normal dapat menimbulkan rasa bahagia dan gembira, sedangkan masturbasi malah menciptakan depresi emosional dan psikologis.
Istilah masturbasi berasal dari kata latin “manasturbo” yang berarti rabaan atau gesekan dengan tangan (manu). Masturbasi secara umum didefenisikan sebagai rangsangan disengaja yang dilakukan pada organ genital untuk memperoleh kenikmatan dan kepuasan seksual. Namun pada kenyataannya, banyak cara untuk mendapatkan kepuasaan diri (self-gratification) tanpa mempergunakan tangan (frictionless masturbation), sehingga istilah masturbasi menjadi kurang mengena. Oleh karena itu, istilah “autoerotism” adalah istilah yang lebih mengena untuk menggambarkan fenomena ini.
Ada beberapa istilah masturbasi yang dikenal di masyarakat, antara lain onani atau rancap, yang berarti melakukan suatu rangsangan organ seks sendiri dengan cara menggesek-gesekkan tangan atau benda lain ke organ genital kita hingga mengeluarkan sperma dan mencapai orgasme. Dalam ajaran Islam, masturbasi dikenal dengan nama ; al-istimna’, al-istima’bilkaff, nikah al-yad, al-I’timar, atau ‘adtus sirriyah. Sedangkan masturbasi yang dilakukan oleh wanita disebut al-ilthaf.

Di masyarakat istilah onani lebih dikenal. Sebutan ini, menurut berbagai ulasan yang ditulis Prof. Dr. Dr. Wimpie Pangkahila Sp, And, Ketua Pusat Studi Andrologi dan Seksologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, berasal dari nama seorang laki-laki, Onan, seperti dikisahkan dalam Kitab Perjanjian Lama Tersebutlah di dalam Kitab Kejadian pasal 38, Onan disuruh ayahnya, Yehuda, mengawini isteri almarhum kakaknya agar kakaknya mempunyai keturunan. Onan keberatan, karena anak yang akan lahir dianggap keturunan kakaknya. Maka Onan menumpahkan spermanya di luar tubuh janda itu setiap berhubungan seksual (coitus interruptus). Dengan cara yang kini disebut sanggama terputus itu, janda kakaknya tidak hamil. Namun akibatnya mengerikan. Tuhan murka dan Onan mati.

Onani atau masturbasi dalam pengertian sekarang bukanlah seperti yang dilakukan Onan. Masturbasi berarti mencari kepuasan seksual dengan rangsangan oleh diri sendiri (autoerotism), dan dapat pula berarti menerima dan memberikan rangsangan seksual pada kelamin untuk saling mencapai kepuasan seksual (mutual masturbation). Yang pasti pada masturbasi tidak terjadi hubungan seksual, tapi dapat dicapai orgasme. Freud (1957) mengatakan ada 3 fase dari masturbasi, yaitu (1) pada bayi; (2) pada fase perkembangan yang paling tinggi dari perkembangan seksual infantile yaitu pada kisaran umur 4 tahun, dan (3) pada fase pubertas. Menurut Freud, naluri seksual sudah terdapat pada permulaan kehidupan dan berkembang secara progressif sampai umur 4 tahun. Setelah ini berhenti maka tidak ada lagi perkembangan berikutnya (masa laten) sampai tiba saatnya masa pubertas pada kisaran umur 11 tahun.
Berdasarkan cara melakukannya, masturbasi dapat dibedakan menjadi 3 macam, yaitu :
1. Masturbasi sendiri (auto masturbation); stimulasi genital dengan menggunakan tangan, jari atau menggesek-gesekkannya pada suatu objek
2. Masturbasi bersama (mutual masturbation); stimulasi genital yang dilakukan secara berkelompok yang biasanya didasari oleh rasa bersatu, sering bertemu dan kadang-kadang meluaskan kegiatan mereka pada pencurian (stealing) dan pengrusakan (vandalism)
3. Masturbasi psikis; pencapaian orgasme melalu fantasi dan rangsangan audio-visual.
Sedangkan ahli psikologi lainnya, Caprio (1973), menggolongkan kegiatan masturbasi ke dalam 2 kelompok besar, yaitu :
1. Masturbasi yang normal, meliputi pembebasan psikologik ketegangan seksual pada masa anak-anak muda yang normal; dilakukan tidak berlebihan; masturbasi yang dilakukan oleh seseorang yang belum kawin; masturbasi yang dilakukan antar pasangan-pasangan suami-istri sebgai selingan dari intercourse yang konvensional
2. Masturbasi yang neurotic, meliputi masturbasi yang dilakukan terlalu banyak dan bersifat konvulsif; masturbasi antara pasangan-pasangan yang lebih menyukai cara ini daripada intercourse, masturbasi dengan gejala-gejala kecemasan, rasa salah/dosa yang amat sangat, masturbasi pemuasan yang berhubungan dengan penyimpangan seksual dan yang dapat diancam dipersalahkan oleh hukum.


Banyak Mitos

Agaknya masih banyak orang belum cukup mengerti tentang masturbasi. Padahal, banyak orang melakukannya. Yang pasti pula, banyak informasi salah yang beredar di masyarakat mengenai masturbasi. Memang banyak informasi yang salah tentang masturbasi, misalnya dapat menimbulkan berbagai akibat buruk. Agaknya informasi salah ini merupakan sebagian mitos tentang seks yang terus beredar di masyarakat sampai saat ini.
Pada abad XVIII terbit sebuah buku yang ditulis oleh Tissot dari Prancis, berjudul Onana. Di situ diuraikan beberapa macam penyakit yang timbul sebagai akibat masturbasi. Ternyata dengan perkembangan ilmu pengetahuan, terbukti bahwa pendapat Tissot salah sama sekali.
Tidak benar masturbasi dapat menimbulkan akibat buruk bagi kesehatan, termasuk sperma. Jadi, tidak ada gangguan kuantitas dan kualitas sperma yang disebabkan melakukan masturbasi. Memang, masturbasi yang dilakukan secara tergesa-gesa agar cepat mencapai ejakulasi dikhawatirkan dapat melatarbelakangi terjadinya ejakulasi dini pada pria. Sementara itu, kalau Anda terlalu sering melakukannya, tentu saja Anda akan merasa payah karena masturbasi. Sama seperti hubungan seksual, onani juga memerlukan energi.
Masturbasi adalah ungkapan seksualitas yang alami dan tidak berbahaya bagi pria dan wanita, dan cara yang sangat baik untuk mengalami kenikmatan seksual. Bahkan, beberapa pakar berpendapat bahwa masturbasi bisa meningkatkan kesehatan seksual karena meningkatkan pemahaman seseorang akan bagian-bagian tubuhnya dan dengan cara bagaimana memuaskannya, membangun rasa percaya diri dan sikap dapat memahami diri sendiri.

Dampak Terhadap Mentalitas

Impuls-impuls autoerotic (masturbasi) terdapat pada semua manusia. Perbedaannya hanya terletak pada bagaimana cara kita menyelesaikan dorongan-dorongan tersebut. Beberapa dari kita merepresikan dorongan tersebut untuk memuaskan dirinya, sementara yang lain mengekspresikan keinginannya untuk mendapatkan pemuasan seksual.
Salah satu dorongan manusia yang sering menyebabkan manusia mendapat kesulitan pribadi dan sosial adalah dorongan seksual, yang pada kenyataannya sering menghadapkan manusia kepada suatu keadaan yang mendesak dan sangat membujuk untuk memperoleh pemuasan seksual dengan segera. Adanya persoalan seksual pada individu dapat menyebabkan individu yang bersangkutan sering dihadapkan pada keadaan yang seolah-olah ada kecenderungan untuk jatuh ke tingkat yang immature atau infantil dan setiap usaha untuk bertingkah laku seksual yang matur terhambat karenanya.

Yang terjadi adalah, sumber kepuasan seksual yang penting ini oleh beberapa kalangan masih ditanggapi dengan rasa bersalah dan kecemasan karena ketidaktahuan mereka bahwa masturbasi adalah kegiatan yang aman, juga karena pengajaran agama berabad-abad yang menganggapnya sebagai kegiatan yang berdosa. Terlebih lagi, banyak di antara kita telah menerima pesan-pesan negatif dari para orang tua kita, atau pernah dihukum ketika tertangkap basah melakukan masturbasi saat kanak-kanak.
Pengaruh kumulatif dari kejadian-kejadian ini seringkali berwujud kebingungan dan rasa berdosa, yang juga seringkali sukar dipilah. Saat di mana masturbasi menjadi begitu berbahaya adalah ketika ia sudah merasuk jiwa (kompulsif). Masturbasi kompulsif – sebagaimana perilaku kejiwaan yang lain – adalah pertanda adanya masalah kejiwaan dan perlu mendapatkan penanganan dari dokter jiwa.

Fase akhir jika masturbasi konfulsif tidak diselesaikan dengan tepat adalah munculnya fenomena sexual addicted, sebuah ketagihan akan kegiatan-kegiatan seksual. Secara fisik, masturbasi dapat menyebabkan kelecetan atau rusaknya mukosa dan jaringan lain dari organ genitalia yang bersangkutan, baik akibat penggunaan alat bantu masturbasi atau hanya dengan menggunakan tangan dan jemari.
Penelitian Kinsey di Amerika Serikat menunjukkan, bahwa hampir semua pria dan tiga-perempat dari semua wanita melakukan masturbasi pada suatu waktu dalam hidup mereka. Penyelidikan Orebio mendapatkan bahwa 83% dari anak laki-laki dan 38% dari anak wanita melakukan masturbasi. Penyelidikan lainnya menunjukkan angka yang berbeda-beda pada setiap level umur responden, misalnya pada masa anak-anak (infantile sex play), adolescent, umur pertengahan dan kategori lainnya.
Sebagian besar pria yang melakukan masturbasi cenderung melakukannya lebih sering dibandingkan wanita, dan mereka cenderung menyatakan ‘selalu’ atau ‘biasanya’ mengalami orgasme ketika bermasturbasi (80 : 60). Ini adalah perilaku seksual yang paling umum nomor dua (setelah senggama), bahkan bagi mereka yang telah memiliki pasangan seksual tetap.

Menurut penelitian, mereka yang biasanya melakukan masturbasi berumur antara tiga belas hingga dua puluh tahun. Pada umumnya yang melakukan masturbasi adalah mereka yang belum kawin, menjanda, menduda atau orang-orang yang kesepian atau dalam pengasingan. Anak laki-laki lebih banyak melakukan masturbasi daripada anak perempuan. Penyebabnya antara lain,
pertama
, nafsu seksual anak perempuan tidak datang melonjak dan eksplosit.
Kedua, perhatian anak perempuan tidak tertuju kepada masalah senggama karena mimpi seksual dan mengeluarkan sperma (ihtilam) lebih banyak dialami laki-laki. Mimpi erotis yang menyebabkan orgasme pada perempuan terjadi jika perasaan itu telah dialaminya dalam keadaan terjaga.

Akibat Masturbasi



img
Jakarta, Masturbasi umumnya lebih sering dilakukan oleh kaum laki-laki. Tapi sebaiknya berhati-hati dalam melakukannya, karena ada beberapa cedera fatal akibat masturbasi.

Studi baru yang diterbitkan dalam Archives of Pediatrics and Adolescent Medicine menemukan bahwa remaja laki-laki melakukan masturbasi lebih sering dibanding gadis remaja.

Meskipun kegiatan ini tidak menimbulkan bahaya, tapi tetaplah berhati-hati dalam melakukannya karena ada beberapa kasus cedera atau kecelakaan fatal yang terjadi pada laki-laki akibat masturbasi, seperti dikutip dari Menshealth.com, Sabtu (24/9/2011) yaitu:

1. Laki-laki yang memasukkan barang ke kandung kemih
Seorang pria berusia 40 tahun memasukkan tabung ke dalam kandung kemihnya untuk masturbasi. Tapi sayangnya tabung tersebut justru terjebak di dalam uretra selama 2 tahun hingga akhirnya harus dilakukan pembedahan.

"Ini lebih umum daripada yang Anda pikir. Saya pernah menemukan pasien yang memasukkan tanaman lidah buaya ke dalam uretranya yang diklaim bisa memberinya perasaan menyenangkan dan menenangkan," ujar Dr Judd Moul, kepala bedah urologi dari Duke University medical center.

Dr Moul mengungkapkan kasus seperti itu sering ditemukan, ia memperkirakan ada sekitar 2-3 kasus serupa dalam setahun. Ia menyarankan untuk tidak melakukan hal ini karena bisa menyakitkan dan dapat merusak organ di dalam tubuh.

2. Laki-laki yang mematahkan penisnya sendiri
Sebuah kasus di Nigeria dilaporkan seorang laki-laki yang mematahkan penisnya sendiri saat sedang melakukan masturbasi. Ia memegang pangkal penis dengan ibu jari, telunjuk dan jari tengah kirinya, kemudian memutar penis ke arah tangan kanan.

Kemudian ia mendengar suara 'klik' yang diikuti oleh rasa sakit dan menyebabkan penisnya patah. Tapi ia termasuk beruntung karena masih bisa melakukan ereksi 5 hari setelah operasi.

Dr Moul mengungkapkan bahwa teknik yang dilakukannya terlalu ekstrem, karena seseorang tidak akan mungkin mematahkan penisnya jika melakukan masturbasi sesuai standar.

3. Laki-laki yang meninggal akibat masturbasi
Seorang laki-laki dikabarkan meninggal selama masturbasi, hal ini karena polisi menemukan sebuah tali di leher dan alat kelaminnya. Kondisi ini kemungkinan karena ia mempraktekkan metode seks gila yang berisiko mengancam jiwa seperti autoerotic asphyxiation (membatasi oksigen ke otak selama seks).

Hal ini biasanya ditemukan saat masturbasi, seseorang mencekik atau merasakan sesak napas untuk meningkatkan kesenangan dan menciptakan suatu euforia. Tapi tanpa disadari kondisi ini bisa membuat dirinya meninggal.

Supermoon Tahun Ini Termasuk Rekor


AFP PHOTO/TED ALJIBE "Supermoon" sebagai terlihat di Manila, Filipina pada 19 Maret 2011. Menurut para ahli, fenomena supermoon, memperlihatkan bulan dalam posisi terdekatnya dengan bumi.

JAKARTA,  Supermoon kembali hadir pada Minggu (6/5/2012) setelah tahun lalu berlangsung pada 19 Maret 2011. Supermoon yang muncul saat Purnama terjadi bersamaan dengan perigee, kala Bulan berada di titik terdekat dari Bumi.

Tahun ini, selisih antara purnama dan waktu perigee cukup dekat. Purnama terjadi pada pukul 10.35 WIB Minggu hari ini, sementara perigee pada pukul 10.34 WIB. Keduanya hanya berselisih satu menit.

Kepala Observatorium Bosscha Hakim L Malasan, saat dihubungi Kompas.com hari Minggu, mengatakan, "Selisih satu menit ini termasuk rekor."

Hakim mengungkapkan bahwa kejadian serupa baru akan terjadi 18 tahun lagi, menyesuaikan dengan periode perigee Bulan (27,3 hari) dan pergerakan Bulan (29,5 hari).

Mutoha Arkanuddin dari Jogja Astro Club mengungkapkan bahwa Supermoon kali ini termasuk yang terbaik bagi Indonesia. Warga Indonesia tak perlu menunggu terlalu lama untuk melihat Supermoon setelah waktu purnama dan perigee.

Jadi, jangan sampai melewatkan Supermoon tahun ini. Bagi warga Jakarta yang ingin lebih afdal mengamatinya, Planetarium Jakarta membuka kesempatan untuk mengamati Supermoon dengan teleskop.

Dua Planet Menemani Supermoon


Ilham Muslim/HAAJ Kenampakan Saturnus saat terjadinya Supermoon, Minggu (6/5/2012).


JAKARTA, Sempat dihalang awan dan hujan Minggu (6/5/2012) petang, Supermoon akhirnya menampakkan diri di langit Jakarta. Supermoon juga tak sendiri, tetapi ditemani dua planet.
Pengamatan oleh Kompas.com dan anggota Himpunan Astronom Amatir Jakarta (HAAJ) di Planetarium Jakarta, Supermoon menampakkan diri sekitar pukul 21.45 WIB.

Hingga pengamatan sekitar pukul 23.00 WIB, Supermoon tampak dengan jelas. Supermoon memancarkan cahaya putih terang dan berbentuk lingkaran sempurna walau sulit dibedakan dengan Purnama biasa.
Supermoon kali ini tak sendirian. Mars dan Jupiter menemani. Berdasarkan Stellarium, Mars tampak dengan magnitud 0,08 dan Saturnus 0,88. Magnitud menampakkan kecerlangan benda langit, makin negatif makin terang.

Anggota HAAJ, Ilham Muslim, berhasil mengabadikan citra Mars dan Saturnus. Mars hanya tamnpak sebagai titik kecil. Namun demikian, ciri khas Mars yang berwarna merah tetap terlihat.
Sementara itu, Saturnus tampak lebih khas. Pengamatan dengan teleskop menunjukkan bahwa Saturnus berbentuk telur atau elips. Ketika hasil foto diperbesar, cincin Saturnus terlihat jelas.
Supermoon terjadi ketika Purnama terjadi bersamaan atau berimpitan dengan perigee, saat Bulan berada di jarak terdekat dengan Bumi. Jarak terdekat Bulan-Bumi adalah sekitar 350.000 km.

Supermoon kali ini sedikit istimewa sebab selisih antara Purnama dan perigee hanya 1 menit. Purnama terjadi pada Minggu pukul 10.35 sementara perigee pada pukul 10.34. Kondisi ini baru bisa berulang 18 tahun lagi.
Munculnya Mars dan Saturnus adalah satu bonus pengamatan di tengah kondisi langit yang berawan. Sayangnya, bonus lain berupa hujan meteor Eta Aquarids tak terlihat.
Hujan meteor Eta Aquarids sebenarnya mencapai puncak Minggu malam. Namun, karena awan dan hujan, hujan meteor yang berasosiasi dengan Komet Halley ini tak bisa terlihat.

Supermoon



Ilham Muslim/HAAJ Supermoon tampak jelas dalam pengamatan di Planetarium Jakarta pada Minggu (6/5/2012) malam.

 
JAKARTA, Setelah 19 Maret 2011 lalu, Supermoon kembali menyapa warga Bumi pada Minggu (6/5/2012). Masyarakat pun heboh. Tapi, sebenarnya apa istimewa yang saat Supermoon terjadi?
Saat Supermoon, Purnama terjadi bersamaan atau berimpitan dengan perigee, waktu saat Bulan berada di titik terdekat dengan Bumi. Supermoon kali ini, Bulan hanya berjarak sekitar 350.000 km.
Sebenarnya, tak ada yang terlalu istimewa saat Supermoon terjadi. Memang Bulan tampak 14 persen lebih besar dan 30 persen lebih terang. Namun, hal ini takkan bisa diketahui dengan mudah tanpa teleskop.
Sementara itu, pengamatan detail Bulan justru sulit dilakukan. Cahaya Bulan yang lebih terang justru "menyembunyikan" beberapa fiturnya dari mata pengamat.

Ilham Muslim, anggota Himpunan Astronom Amatir Jakarta (HAAJ), mengatakan ada beberapa fitur menarik Bulan yang bisa dinikmati saat Supermoon, walau juga bisa dilihat saat Purnama biasa.
"Ada bagian Bulan yang berwarna gelap. Bentuknya mirip seperti kelinci. Bisa disebut kelinci Bulan lah," katanya saat ditemui dalam pengamatan bersama di Planetarium Jakarta, Minggu malam.

Muhammad Rayhan dari HAAJ mengungkapkan, "Bagian yang gelap itu adalah lautan, disebut mare. Lautan lava. Bagian ini berwarna gelap karena memang batuannya berwarna gelap."
Berdasarkan teori yang dipercaya saat ini, Bulan terbentuk 4,5 miliar tahun lalu saat objek raksasa menumbuk Bumi. Tumbukan menghasilkan debris yang akhirnya membentuk Bulan.
Bulan juga memiliki aktivitas vulkanik seperti Bumi. Bagian gelap dari Bulan terdiri dari basalt, batuan yang merupakan turunan dari lava aktivitas vulkanik yang mendingin dan membeku.

Saat Supermoon, bagian terang dari Bulan juga terlihat. Dengan pengamatan lewat teleskop, bagian kawah Bulan terlihat. Apabila diamati, pada bagian tepi piringan Bulan, terlihat bahwa permukaan Bulan tidak rata.
Supermoon kali ini adalah salah satu yang istimewa karena Purnama dan perigee hanya terpaut 1 menit. Saat Supermoon, dua planet juga terlihat, Mars dan Saturnus.

Recent Post